Advertisement

Responsive Advertisement (Contact Me!!!)

Samuel Leibowitz: Pengacara Masyarakat Tersingkirkan (Part 1)

Samuel Leibowitz
 (Sumber: http://www.gettyimages.co.uk)
Part 1: Perjalanan masa muda pengacara yang dianggap melawan arus kehidupan saat itu.

Apa yang dipikiranmu jika ditanya mengenai pengacara? Hotman Paris Hutapea? Atau profesi yang mendapatkan keuntungan besar? Atau bahkan paling extreme profesi pembela orang yang salah?

Itu semua terserah anda. Setiap orang punya pandangan sendiri-sendiri mengenai penilaian suatu profesi. Tapi tinggalkan dulu sejenak apa yang ada dipikiran kita mengenai pengacara.

Samuel Leibowitz, seorang berkebangsaan Amerika Serikat namun memiliki darah Yahudi yang lahir pada tanggal 14 Agustus 1893 di Iasi, Rumania. Beliau adalah pengacara kondang yang naik namanya karena berani keluar dari lingkaran kenyamanannya. Sebenarnya "nyaman" disini bukan dalam artian begelimang harta, tetapi posisi dia yang bukan merupakan kaum tertindas berani berdiri di pengadilan untuk membela kaum tertindas. Sebuah keberanian yang langka di zaman itu dimana masih kentalnya isu-isu rasial.

KEHIDUPAN KELUARGA
Sejak kecil, Samuel Leibowitz dibawa orang tuanya untuk pindah ke Amerika Serikat dari Rumania. Bukan tanpa sebab adanya kepindahan itu. Saat itu kondisi Rumania sedang tidak kondusif dimana Pemerintah Rumania menyiksa habis-habisan kaum Yahudi. Untuk menghindari penyiksaan itu, Leibowitz yang masih berumur 4 tahun dibawa orang tuanya untuk mengungsi ke Amerika Serikat.

Semasa di Amerika, orang tua Leibo memilih berbisnis dengan membuka Toko untuk menghidupi keluarganya. Ayah Leibo memilih berjualan makanan kering di Jassy. Yah, walaupun terkadang mereka sangat rindu dengan Rumania. Apalagi membayangkan kebun anggur yang terbentang di pegunungan Moldavia Utara, diatas sungai Bahlui.

Keluarga Leibowitz berdomisili di lantai 4 rumah petak di Jalan Essex nomor 66, tidak jauh dari jalan Rivington dan Jembatan Williamsburg ditengah perkampungan Yahudi. Ayahnya memulai bisnisnya dari situ dengan membuat kereta dorong untuk menjajakan makanan kering.

Ayah Leibowitz memiliki insting bisnis yang tinggi. Ditambahlagi gaya hidup yang hemat dan bijaksana yang ditanamkan ibunya membuat keluarga Leibowitz berhasil mengumpulkan 150 Dolar. Kemudian dengan uang sejumlah itu, keluarga memilih pindah ke Avenue, dekat Jala Loyth di wilayah Harlem;s Little Italy.


MASA KECIL SAMUEL LEIBOWITZ
Semasa kecil Samuel Leibowitz merupakan anak yang bisa dibilang tidak terlalu menonjol. Samuel lebih suka berolahraga di di alam terbuka ketimbang mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Selain itu, membaca puisi juga merupakan keahliannya. DIa mampu mengingat prosa maupun puisi dan mampu membacakan karya-karya klasik.

Namun ditahun 1900an Leibowits mendadak menyukai riset akademik. Ini akibat dia melihat suatu benda yang terdiri dari dua silinder, kendaraan dengan empat roda, dan tempat mengeluarkan uap. Hobi baru inilah yang juga membuat orang tuanya senang. Setidaknya Leibowitz mulai suka melakukan riset kecil yang menunjang nilainya di sekolah.

Leibowitz menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan tugas berat. Bahkan saat itu dia sudah bergaul dengan mahasiswa untuk mengerjakan tugasnya itu. Sungguh luar biasa memang Samuel Leibowitz.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Leibowitz menyelesaikan sekolahnya di SMU Jamaika pada musim semi tahun 1911. Saat itu juga Ayahnya mendapatkan kesuksesan dimana tokonya mendapatkan banyak uang dan berniat membuka cabang makanan kering lainnya. Setelah lulus ini Leibowits harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yakni Kuliah.

Rasanya berat bagi dirinya untu meninggalkan orang tuanya. Namun walau berat, keputusan harus diambil. Saat itu Samuel ingin menjadi Insinyur Teknik Sipil dimana dia akan kuliah di jurusan Teknik SIpil. Namun yang menarik adalah jawaban Ayahnya. "Kau harus menjadi pengacara atau tidak kuliah sama sekali!" begitulah jawaban ayahnya.

Akhirnya Leibowitz meng iyakan apa yang diminta ayahnya saat itu. Kemudian ia mendaftar di Universitas Cornell pada musim gugur tahun 1911. Kemudian Samuel Leibowits diterima dan menjadi mahasiswa di universitas itu.


MASA KULIAH
Semasa kuliah Samuel Leibowits sangat bijaksana dalam mengurus keuangannya. Untuk meringankan beban orang tuanya, ia bekerja paruh waktu sebagai tenaga cuci piring di Sekolah Cascadilla, sebuah institusi persiapan universitas. Selain menyuci piring, dia juga menyambi sebagai penjual majalah langganannya untuk menambah uang kuliah.

Sama seperti mahasiswa kebanykan, dia banyak mengikuti kegiatan kampus seperti lari, bisbol, basket, sepak bola, dan menjadi Korps Sukarelawan Penyelamat AS. Dia juga masuk ke klub drama kampusnya dan dia adalah orang Yahudi pertama yang masuk di klub itu. Hal ini menjadi menarik karena saat itu masalah rasial masih menjadi momok menakutkan.

Bakat-bakatnya terasah melalui segala kegiatannya itu. Sampai akhirnya dia sukses terpilih menjadi seorang anggota yang hebat dalam tim debat antar kampus. Dia juga menjadi salah satu dari enam mahasiswa yang terpilih untuk bersaing dalam kejuaraan Memorial '94, salah satu lomba pidato tahunan.

Ditahun-tahun terakhir kuliahnya dia sempat menjabat sebagai ketua senat. Selain itu, dia juga sering melakukan beberapa riset, salah satunya di sekolah negeri di Manhattan. Di tahun-tahun ini dia masih ragu apakah ingin manjadi pengacara sesuai keinginan ayahnya atau tidak. Tapi Leibowits merupakan anak yang patuh pada ayahnya.

AKhirnya keputusannya bulat ingin menjadi pengacara sesuai keinginan ayahnya. Kemudian ia mendatangi Dekan Hukum Cornell dan memaksa untuk mengambil spesialisasi hukum kriminal. Dekan saat itu menentang niat Leibo karena mungkin saat itu dia seorang Yahudi tidak cocok mengambil spesialisasi hukum kriminal. Dekan itu sampai mengatakan "Tidak Leibowits. Kau boleh lakukan apa saja, tapi jangan yang itu (hukum kriminal)"

Namun akhirnya setelah Leibo meyakinkan Dekan, barulah disetujui dia mengambil spesialisasi hukum kriminal. Kemudian ditahun 1915 barulah Samuel Leibowits resmi lulus dan menyandang sarjana hukum.


AWAL KARIR PENGACARA
coming soon..........






_______________________________________________________________________

Refrensi:
Buku karangan Fred D. Pasley yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia yang berjudul Samuel Leibowitz "Pengacara Kaum Tertindas"

Posting Komentar

0 Komentar