Advertisement

Responsive Advertisement (Contact Me!!!)

Belajar dari Nasi Kotak Shincan


Terakhir kali saya menulis di blog sekitar Sembilan bulan yang lalu, yakni bulan Maret 2018. Sudah lama sekali memang tidak menyentuh coretan ku yang garink ini. Dan kali ini saya mencoba untuk semangat lagi untuk menulis. Apapun itu, berbobot atau tidak, menarik atau tidak, yang penting nulis, nulis, dan nulis.
Oke langsung saja. Kali ini saya ingin sedikit merangkum sebuah serial kartun anime dari Jepang. Biasanya kan buku, sekarang saya mau coba merangkum episode menarik dari serial Crayon Shincan.
Siapa sih yang gak kenal Shincan? Anak yang benama Nohara Shinosuke ini merupakan bocah lima tahun dari Kasukabe. ANaknya bandel dan periang. Mudah bergaul dari semua kalangan umur, terutama wanita dewasa.
Hmm okelah yaa. Langsung cekidot.
Ini adalah salah satu episode terbaik Crayon Shincan menurutku. Sebagai pengemar Shincan semenjak kelas 2 SD, ini merupakan episode yang tidak membuatku tertawa saja, tetapi memotivasi untuk melakukan kebaikan dan kabaikan. Kita beri judulnya “Beli Nasi Kotak” saja yaa.
Saya bukan praktisi dunia marketing, tapi episode ini memberikan sebuah point pentng apa itu yang dimanakan pelayanan atau service. Jika jualanmu pengen laku, berikan service yang terbaik untuk pelanggan. Pepatah “Pembeli Adalah Raja” nampaknya memang terdengar klasik, tapi selalu akan diterapkan oleh pelaku bisnis.
Sempat dibuat putus asa oleh cerita Shincan karena banyak took sebelumnya yang bangkrut, wanita penjual nasi kotak di serial tersebut menyemangati suaminya untuk tetap semangat mendapatkan pelanggan. Sang suami minder jika nasi kotak di Depan Stasiun jauh lebih enak.
Saat Shincan menanyakan mana yang lebih enak nasi kotak Depan Stasiun atau nasi kotak mereka, sang istri dengan pede menjawab “TENTU JAUH LEBIH ENAK NASI KOTAK KAMI!”
Disini saya melihat sang istri pemilik kedai mencoba membangun kepercayaan diri sendiri dan suaminya. Sugesti itu yang membuat mereka terpacu untuk bersaing.
Dengan berbagai macam kritikan pedas SHincan, hingga kelakuannya yang menjengkelkan, mereka tetap menganggap Shincan adalah raja. Bahkan Shincan meminta sempel tester lengkap (Nasi, lauk, saus, dan sup miso). Sang penjual sempat ragu, namun Shincan menyambar dengan kalimat pedas “KALAU MEMBERIKAN SERVICE SEPERTI ITU SAJA TIDAK BISA, KALIAN TIDAK AKAN BERTAHAN LAMA LOH….”
Mendengar kalimat itu membuat mereka berdua mau tidak mau menyiapkan Nasi Mechikatsu (Menu andalan) untuk shincan, lengkap dengan sup miso. Shincan dengan pengetahuan makanan yang luar biasa, memuji kenikmatan makanan mereka.
Harapan akan mendapatkan orderan pertama Nasi Machikatsu tentu tersimpan didada kedua pasutri itu. Namun nasib berkata lain, SHincan yang sudah kenyang hanya memesan Nasi Koak Nori yang murah.
Dari situ tentu kita bisa saja menghitung secara matematika. Pasangan tersebut mengalami kerugian. Sudah mengeluarkan tester makanan andalan mereka, tapi yang laku hanya makanan termurah mereka.
Putus asakah mereka? Hmmm nampaknya iya. Mereka sudah memberkan pelayanan yang terbaik. Memberikan service yang terbaik. Memberikan tester yang terbaik. Namun hasilnya nol besar. Malah dikerjai oleh bocah lima tahun.
Tapiiiiiii, semuanya tiba-tiba berubah. Mereka kedatangan tamu, seorang pria tua yang kebetulan kantornya dekat dengan kedai mereka. Rencananya bapak itu mau memesan nasi kotak Macchikatsu 100 kotak.
Mereka terkejut! Tidak Percaya! Kondisi tengah down tiba-tiba dibuat jantungan dengan orderan yang banyak. Tanpa piker Panjang, sang suami menyangupi perminaan bapak itu.
Usut punya usut ternyata Shincan telah memromosikan Nasi Mechikatsu buatan mereka kepada bapak tersebut. SHincan memuji kenikmatan masakan dan service mereka. Tanpa ragu, bapak tersebut mendatangi kedai rekomendasi SHincan untuk memesan nasi kotak 100 pcs.


PEMBELAJARAN
Hal yang bisa kita petik dari episode ini:
1. Service adalah yang UTAMA. Kita tahu cost untuk memberikan service akan sangat besar. Namun, menginvestasikan sejumlah uang untuk biaya service merupakan jalan yang benar untuk memancing pelanggan lain datang.
2. Saling menguatkan. Sang suami kerap tidak percaya diri. Bahkan sempat putus asa. Namun sang istri tanpa Lelah menyemangatinya. Mungkin benar kata orang, “Dibalik Pria Sukses Ada Wanita yang Kuat DIbelakangnya”
3. Berbuat baik. Tentu, dengan perbuatan baik yang kita lakukan akan mendapat dampak yang baik pula. Seperti pasutri tersebut yang sangat sabar dan ramah untuk melayani kemauan pelanggannya yakni Shincan. Dan pada akhirnya karena Shincan puas, dia merekomendasikannya ke orang-orang mengenai kenikmatan makanan dan service yang luar biasa.

Jadi, kita bisa belajar banyak dari segala kejadian. Keputus asaan memang sering datang disaan tidak tepat. Namun sering kali tanpa sadar kita punya orang yang mampu menyemangati kita. Hingga akhirnya bangkit.
Pelayanan yang baik, serta rasa sabar dan tekun untuk bekerja akan membawa dampak bombastis yang sangat luar biasa. Aapa yang kita beri, akan dibalas sama dengan yang kita beri, bahkan lebih.
Kita dapat belajar mengenai pelayanan maksimal dan rasa sabar lewat Nasi Kotak Crayon Shincan.

Posting Komentar

0 Komentar