Advertisement

Responsive Advertisement (Contact Me!!!)

5 Tahun Terlatih Patah Hati


“Sebuah lagu yang viral bukan karena Youtube, tapi karena radio. Bahkan lagu ini ditolak label lagu karena dianggap nyeleneh”
The Rain
Sumber: KapanLagi.com

 
Mereka sudah nggak mellow!!
Itu yang menggambarkan tentang The Rain Band saat menggebrak dunia musik tanah air di akhir tahun 2013 setelah lama tidak terdengar. Band ini sebenarnya tidak asing di otak saya. Masih ingat betul ada baliho event tahun baru besar dekat ruamh saya saat SD dulu, dan bintang tamunya The Rain.
Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku. Judul lagu inilah yang saya masih sedikit ingat tentang band yang lahir tahu 2001 di kota pelajar Yogyakarta. Memang band yang divokalisi Mas Indra ini sangat populer dengan lagu-lagu melow, atau sekarang anak-anak bilangnya galau.
Gak perlu laget sih kalo setiap album yang di rilis pasti kebanyakan meceritakan kegalauan percintaan, dari nama bandnya aja udah tersirat, The Rain yang artinya hujan. Hujan sama dengan air. Air sama dengan air mata (cocokologi banget).

GEBRAKAN!
Gebrakan dilakukan mereka setelah mengeluarkan single berjudul Terlatih Patah Hati. Jujur saya pribadi kaget pas pertama kali dengerin lagu ini. Dari suara dan gaya lagunya asing banget. “Fix, ini band baru” bisik hati saya saat itu.
Tapi ternyata eh ternyata pas nyari di youtube, ini bukan band asing di kepala saya. Di akhir periode tahun 2013 itu memang Erix Soekamti lah yang pertama kali mengupload video Terlatih Patah Hati. Btw saya subscriber Mas Erix dari era pertengahan 2013 saat Youtube sedang naik-naiknya, saat itu saya kagum dengan beliau karena membuat film pendek dengan HP Iphone.
Saat itulah gak ada bosen-bosennya dengerin lagu ini. Kebetulan banget pas banget lagu ini untuk mengobati luka hati saat itu hahaha. Lagunya gak bikin kita nangis, lagunya gak bikin kita galau, tapi lagunya buat semangat sih.
Disatu sisi saya juga sedikit terkejut dengan gebrakan ini. Selain karena viral, lagu ini sedikit menggambarkan perlunya sedikit inovasi tanpa menghilangkan identitas. Seperti yang saya bilang diawal, The Rain terkenal dengan lagu melownya. Nah di tembang Terlatih Patah Hati ini mereka mencoba tidak menghilangkan nuansa patah hatinya, tapi mencoba membumbuinya dengan sentuhan “irama bahagia” ditambah dengan suara khas Endank Soekamti di reffnya.
Ari (kiri) sebelum keluar dari Endank Soekamti.
Erix (tengah) dan Dori (kanan)
Sumber: KR Jogja

KENAPA FEATURING ENDANK SOEKAMTI?
Saya sedikit mengikuti cerita dibalik penggarapan lagu Terlatih Patah Hati lewat Erix Soekamti, Twitter, dan Media Online lainnya. Proses pembuatannya membutuhkan tenaga ekstra. Jarak antara basecamp The Rain dan Endank Soekamti yang jauh menjadi kendala tersendiri dalam proses penggarapan lagu unik ini.
Lalu mengapa Endank Seokamti? Sepengetahuan saya kenapa mereka memilih Endank Soekamti karena awalnya lagu ini sempat ditolak oleh beberapa label lagu. Akhirnya mereka memilih menggarap secara indie lagu ini dan kebetulan juga sahabat seperjuangan berbeda genre music, Endank Soekamti, sedang merintis sebuah rumah produksi. Nah karena itulah mereka punya keyakinan kalau ditambah dengan bumbu suara Endank Soekamti di lagu ini semakin membawa nuansa kegembiraan.
Persahabatan mereka bukan berarti mempermudah proses penggarapan lagu ini. Maklum saja, The Rain yang sudah tidak bermarkas di Jogja lagi membuat segalanya menjadi rumit. Rekaman lagu harus direkam di Jakarta yang kemudian di kirim ke Jogja untuk diisi oleh Endank Soekamti. Setelah itu rekaman dikirim ke Jakarta untuk di mixing. Proses itu tidak sesimpel yang kita bayangkan. Tanpa tatap muka langsung, susah bagi kita menyingkronkan visi dan misi serta gagasan idenya loh. Tapi pada akhirnya lagu ini sukses dibuat dan menjadi motivasi banyak orang. Termasuk saya :D

VIRAL LEWAT RADIO
Tidak seperti lagu-lagu viral lainnya, ternyata Terlatih Patah Hati viral lewat “cara jadul”. Lewat radiolah lagu ini berkumandang sepanjang hari. Maklum saja, strategi promosi mereka memang lewat radio ke radio. Lagu yang memang ringan dan dapat diterima semua kalangan ini menjadi fenomena di radio saat itu.
Jadi ingat di era saya SMP dimana kenal lagu-lagu terbaru lewat radio. Walaupun saya bukan seorang maniac musik, tapi saya orang yang sedikit hobi mendengarkan radio saat itu. Ya sebenrnya biar gak kudet aja sih.
Strategi yang digunakan untuk promosi lagu ini sama seperti era saya SMP. Meledak lewat radio. Dan beruntungnya, lagu ini lahir di masa transisi anak-anak muda mulai beralih dan melirik Youtube sebagai media pokok mereka. Lengkap lah sudah kesempurnaan ini hahaha.
Walau tidak seperti dulu, menurut saya pribadi radio masih menjadi sarana promosi yang menjanjikan buat musisi Indonesia. Apalagi ditengah maraknya penjualan mobil-mobil murah di Indonesia. Efeknya, semakin banyak mobil setidaknya banyak pula yang mendengarkan radio. SIapa sih disini yang pas lagi naik atau mengendarai mobil gak dengerin Prambors Radio? Atau Hardrock FM? Hahahaha

KESIMPULAN
Selain untuk menyembuhkan luka, lagu ini juga bisa menjadi penyemangat dipagi harimu. Kekocakan video klip yang isinya adalah kru dari Endank Soekamti akan membuat sedikit menggelitik perutmu. Mereka menggambarkan sebuah proses penyembuhan rasa sakit melalui kebahagiaan. Jadi ya ketika kamu sedih, dengerin aja lagu ini.
Beberapa tahun sebelum Payung Teduh berani berinovasi dengan mengeluarkan lagu Akad (walau sekarang ditinggal sang vokalis), The Rain Band sudah melakukan hal itu. Terkenal dengan irama yang melow, mereka berani untuk sedikit kelaur dari karakter itu tanpa meninggalkan identitas mereka. Bumbu penyegar dengan menggandeng Endank Soekamti menjadi partnernya menurut saya sangat pas. Suara menggelegar Endank Soekamti membumbui rasa semangat untuk berani melangkah.
Sudah lima (5) tahun sejak lagu ini dirilis, sampai detik ini lagu Terlatih Patah Hati menjadi salah satu lagu yang fenomenal bagi saya. Belum ada rasa bosan untuk selalu mendengarkannya. Ringan, asik, dan punya alur cerita. Itu kenapa lagu ini masih ada di list lagu di HP saya.
Intinya cara apapun media promosinya, jika karyamu original dan bisa diterima semua kalangan, orang akan menyukainya. Kelemahan musisi jaman sekarang bukan pada kualitas mereka, tetapi kelemahan mereka tidak mampu menciptakan karya original. Mau sampai kapan cover lagu terus?



Note: Saya bukan pengamat musik. Jadi jika opini saya ada yang kurang dan kurang pas, harap maklum :D

Posting Komentar

0 Komentar