Bicara soal meningkatkan ekonomi
masyarakat secara luas melalui pengembangan dunia industri, pasti tidak
terlepas dengan problem antara pengusaha dan masyarakat itu sendiri. Oleh
karena itu butuh sinergi yang baik antara pengusaha dengan masyarakat.
Salah satu bentuk untuk
meningkatkan hubungan pengusaha dengan masyarakat adalah dengan merealisasikan
program-program perusahaan, salah satunya adalah Corporate Social and
Responsibility (CSR). Apa aitu CSR? Dan Apa sih tujuan CSR itu?
CSR itu……
CSR atau yang juga sering disebut
sebagai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan memiliki banyak sekali definisi yang
dikemukakan oleh para pakar dunia. Namun inti sari dari definisi CSR yang dikemukakan
tersebut memiliki makna yang relatif sama.
World Business Council and
Sustainability Development mendefinisikan bahwa CSR adalah The
continuing commitment by business to behave ethically and contribute to
economic development while improving the quality of life of the workforce and
their families as well as of the local community and society at large.
Kemudian bila melihat situs www.csr-asia.com , CSR adalah A company’s
commitment to operating in an economically, socially, and environmentally
sustainable manner while balancing the interests of the diverse stakeholder.
Intisari dari pengertian CSR yang
dapat dirangkum dari beberapa definisi yang beredar adalah komitmen yang
dimiliki pengusaha (perusahaan) untuk bertindak secara etis (sesuai
budaya/adat, agama, atau etika kebaikan lainnya) dan legal dengan tidak
hanya meraup keuntungan secara privat (pribadi) semata, namun ikut
berkontribusi meningkatkan ekonomi stakeholders-nya. Stakeholders
adalah masyarakat, karyawan serta keluarganya, pemerintah, dan juga lingkungan
(akan dibahas pengertian stakeholders secara rinci pada artikel selanjutnya).
Jadi, tujuan bisnis berdasarkan
teori CSR adalah tidak hanya sekedar maraup keuntungan pribadi semata, tetapi
juga memperhatikan social ekonomi stakeholders. Sering kali hal ini
dihindarkan oleh para pengusaha karena alasan biaya. Padahal faktanya, "keserakahan" yang menjadi pengganjal sebuah perusahaan tidak melakukan program CSR. Efek yang bisa timbul ialah komunikasi antara
pengusaha dengan stakeholders tidak baik atau adanya mis-komunikasi yang selalu berulang sehingga
timbulah masalah-masalah yang menghambat perkembangan bisnis perusahaan
tersebut.
Pengusaha dan stakeholders harus
saling memiliki hubungan yang baik. Untuk itu perlu bagi perusahaan untuk
membuat suatu program jangka Panjang terkait CSR ini. Contoh program CSR yakni
pengembangan masyarakat lokal, bantuan pelatihan untuk pemuda setempat,
menjalin komunikasi dengan pemerintah dengan mengadakan seminar, dan lain
sebagainya. Dengan adanya program-program tersebut, proses bisnis dapat
berlangsung dengan baik.
Di era modern seperti saat ini,
CSR sangat berpengaruh terhadap “personal branding” suatu perusahaan itu
sendiri. Perusahaan akan mendapat predikat baik dari masyarakat dan juga
pemerintah. Efeknya tentu akan meningkatkan produktifitas dan juga meningkatkan
keuntungan perusahaan itu sendiri.
Selain dari sisi ekonomi, hal
positif lain dari program CSR yang dilaksanakan oleh perusahaan akan berdampak “manis”
terhadap compliance (kepatuhan terhadap hukum) perusahaan itu sendiri.
Misalnya program reboisasi yang dilakukan oleh perusahaan yang bergerak
dibidang pertambangan. Kegiatan ini selain menjaga kelestarian lingkungan dan menjaga
kehidupan masyarakat yang harmonis, dengan malakukan hal sebagaimana contoh
tadi, perusahaan telah menjalankan kewajibannya sesuai dengan Pasal 21
Undang-Undang Perindustrian.
Pada hakikatnya perusahaan
melakukan kegiatan produktif ditengah lingkungan masyarakat, tentu secara moral
memiliki tanggung jawab merawat lingkungan masyarakat serta menjalin hubungan
yang baik. Untuk itu CSR hadir untuk memenuhi tujuan dan harapan itu semua.
Sebagai penutup, berikut ini
adalah contoh program CSR dari beberapa perusahaan:
![]() |
| CSR PT. Asahimas Flat Glass Tbk. Pengembangan Budidaya Ikan |
![]() |
| CSR PT. Badak NGL Program Kampung Asimilasi |
![]() |
| CSR PT. Pupuk Kaltim Pengadaan Buku untuk Menambah Minat Baca |




0 Komentar