Advertisement

Responsive Advertisement (Contact Me!!!)

ASAS-ASAS HUKUM DALAM PERJANJIAN

Edited by Canva

Asas hukum merupakan sebuah pemikiran dasar dari sebuah perbuatan hukum. Maka tidak jarang asas hukum itu merupakan jantung dari peraturan hukum. Asas juga dijadikan pedoman layaknya pondasi yang kuat dalam setiap melakukan dan/atau menilai suatu perbuatan hukum.

Oleh karena pentingnya asas dalam setiap perbuatan hukum, maka perlu kita ketahui beberapa asas terkait praktik membuat suatu perjanjian. Perjanjian dalam praktik hukum perdata selalu dibuat oleh lebih dari satu orang. Tidaklah mungkin jika seorang membuat perjanjian sendiri, bukan perjanjian namanya melainkan pernyataan atau ikrar.

Dengan adanya asas-asas hukum dalam perjanjian, harapannya praktik pembuatan perjanjian akan berlaku secara fair. Tentu hal ini karena cita-cita dalam membuat perjanjian adalah mencari kesepakatan yang pada dasarnya menguntungkan setiap pihak (walau pada praktiknya tidak demikian). Maka untuk mewujudkan cita-cita itu, berikut ini asas-asas hukum dalam perjanjian yang perlu dipahami oleh kita semua:

A.     ASAS KEBEBASAN BERKONTRAK

-        Para pihak diberikan kebebasan untuk menentukan perjanjian dan objek perjanjiannya.

-        Jadi setiap pihak yang terlibat dalam suatu perjanjian, diberikan kebebasan yang sangat luas untuk menentukan isi dan objek perjanjian itu sendiri. Walau dalam pembuatannya harus memuat batasan khusus dimana salah satunya tidak memperjanjikan sesuatu yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan atau kesusilaan yaa.

B.     ASAS KONSENSUALISME

-        Yang dimaksud asas ini adalah suatu perjanjian yang dibuat dapat dinyatakan berlaku jika ada kesepakatan seluruh pihak yang terlibat.

-        Apabila perjanjian sudah dibuat secara rapi, namun salah satu pihak yang terlibat didalam perjanjian ada yang belum sepakat, maka perjanjian itu dianggap belum berlaku sepenuhnya.

-        Biasanya kesepakatan itu ditandai dengan tanda-tangan para pihak.

C.     ASAS PACTA SUNT SERVANDA

-        Maksud dari asas ini adalah perjanjian yang dibuat dan disepakati para pihak dianggap sebagai Undang-Undang bagi mereka.

-        Implikasinnya adalah setiap pihak yang mengikatkan diri dalam perjanjian itu wajib taat terhadap isi perjanjian tersebut. Apabila salah satu pihak tidak mentaati, maka dianggap melakukan wanprestasi terhadap perjanjian tersebut.

D.    ASAS ITIKAD BAIK

-        Asas ini menurut saya adalah asas yang paling terpenting dalam melakukan tindakan pembuatan perjanjian. Asas itikad baik artinya setiap pihak harus memiliki niat dari batinnya untuk membuat dan melaksanakan perjanjian dengan jujur, terbuka, dan saling percaya. Artinya tidak niat untuk mecelakakan pihak lainnya.

-        Asas ini benar-benar harus dilaksakan karena dalam KUHPerdata sendiri diatur dalam Pasal 1338.

E.     ASAS PERSONALITAS / KEPRIBADIAN

-        Perjanjian yang dibuat secara sah dan sepakat hanya berlaku untuk kepentingan para pihak yang membuat perjanjian tersebut.

-        Pihak yang tidak dilibatkan dalam muatan isi perjanjian tidak dapat terlibat / cawe-cawe dalam hal pelaksanaan perjanjian.

F.     ASAS PERSAMAAN HUKUM

-        Para pihak yang melakukan perjanjian memiliki hak dan kewajiban yang sama dimata hukum. Tidak boleh melakukan diskriminasi karena ras, suku, dan/atau agama.

G.    ASAS KEPERCAYAAN

-        Setiap pihak yang membuat perjanjian akan memenuhi prestasi yang dijanjikan.

-        Setiap pihak yang membuat harus memiliki rasa percaya terhadap pihak lainnya dalam hal membuat perjanjian. Tidaklah mungkin perjanjian akan sepakat jika tidak ada saling percaya.

H.    ASAS KESEIMBANGAN

-        Asas ini menyatakan bahwa setiap pihak harus memenuhi dan melaksanakan perjanjian.

-        Suatu perjanjian mengikat sepanjang dilandasi keseimbangan kepentingan di antara para pihak.

I.       ASAS KEPATUHAN

-        Persetujuan yang dimuat dalam perjanjian tidak hanya mengikat apa yang tegas didalamnya, tetapi juga harus mempertimbangkan keadilan, kebiasaan, dan/atau peraturan perundang-undangan.

-        Artinya dalam membuat perjanjian, walaupun diberikan kebebasan dalam membuatnya, tetapi materi atau isi atau hal yang dijanjikan tidak boleh bertentangan dengan kebiasaan, dan/atau peraturan perundang-undangan.

 

Demikianlah beberapa asas terkait perjanjian yang dapat menjadiu bekal kita semua dalam membuat suatu perjanjian dengan pihak lainnya.

 

Terima kasih

Posting Komentar

0 Komentar