Pulau Samosir merupakan pulau hasil dentuman vulkanik yang letaknya tepat ditengah danau toba. Pulau Samosir juga menjadi salah satu icon wisata utama provinsi Sumatera Utara. Jika kita tinggal di luar provinsi Sumatera Utara, akses paling mudah menuju tempat ini adalah melalui jalur udara via Bandara Silangit. Namun karena biaya penerbangan via Silangit sering kali lebih mahal, orang-orang biasanya lebih memilih penerbangan via Kuala Namu, Deliserdang. Selain lebih murah, perjalanan darat menuju Pulau Samosir juga memiliki kesan tersendiri.
Tapi saya belum ingin menuliskan cara menuju Pulau Samosir ya. Tulisan kali ini lebih ingin mengenalkan sedikit apa yang ada di Pulau Samosir, khususnya di Desa Onan Runggu, Kabupaten Samosir, dimana desa tersebut adalah tanah asli kelahiran bapak serta opung saya hehehe. Saya ingin menggambarkan situasi sawahnya nih, yang kebetulan unik dan sangat indah.
Sebenarnya perjalanan saya sudah terjadi sekitar dua tahun sebelum tulisan ini dibuat. Tapi situasinya belum begitu berubah kok, kecuali kamu membacanya lima tahun setelah tulisan ini dibuat. Kebetulan saat itu saya banyak main ke daerah persawahannya. Karena kontur lahan disini berbukit dan berjurang, sistem tanam sawahnya mau tidak mau dibuat semacam terasering.
Di Desa Onan Runggu memang mayoritas komoditi yang ditanam adalah padi. Jadi sawah sangat dominan disini. Mungkin tergantung musim tanam juga kali ya, tapi diawal tahun 2021 lalu memang mayoritas yang ditanam adalah padi. Bisa jadi tiap musim berbeda.
Sistem tanam sawah terasering biasanya memang dilakukan di wilayah perbukitan atau dataran tinggi yang memiliki kontur tidak rata. Tujuannya, selain untuk beradaptasi dengan konturnya, juga untuk bisa melakukan sistem pengairan yang baik nih. Selain itu, sistem terasering juga bisa dibuat untuk memaksimalkan penyerapan air hujan dan mencegah longsor juga.
Selain itu, karena air masih sedikit susah, sistem terasering inilah menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Aliran air dari sumber yang tinggi mengairi area dibawahnya yang dapat mensupport perairan sawah-sawah dibawahnya.
Padi juga menjadi kebutuhan pokok di Pulau Samosir, sehingga sawah sangat penting untuk masyarakat sekitar. Kualitas padinya juga baik dan termasuk pulen (tiap daerah memiliki karakteristik tersendiri). Tapi tidak setiap keluarga memiliki sawahnya sendiri, mayoritas lahan sawah di Desa Onan Runggu dimiliki orang tertentu dan kemudian digarap oleh buruh tani. Jadi si penggarap sawah bukan berarti dia pemilik ya.
Karena lokasi rumah opung saya berada dekat tepi danau toba, jadi view ketika menikmati persawahan juga akan ditambah dengan view danau toba yang cantik. Untuk kalian pencinta foto landscape, mungkin tempat ini adalah lokasi yang tepat untuk mengambil gambar.
Oh iya, kalau kalian ingin mengetahui lebih jauh tentang Pulau Samosir, bisa tonton video youtube saya ya. Sekalian subscribe juga boleh hehehehe
.jpg)
.png)

.jpg)
0 Komentar